Suku Asli Taiwan Seediq Punya Budaya Mirip Suku Nias Indonesia

Suku asli Taiwan Seediq dikenal pemberani, punya tradisi tenun dan tato wajah yang mirip budaya Suku Nias di Indonesia.


Suku Asli Taiwan Seediq Punya Budaya Mirip Suku Nias Indonesia
SUKU ASLI TAIWAN: Suku asli Taiwan Seediq punya budaya yang mirip dengan Suku Nias di Indonesia ||| Foto: Wikipedia.

Suku asli Taiwan itu bukan China. Di sana ada kelompok etnis bernama Seediq. Budayanya mirip dengan Suku Nias, di Indonesia.

Kesamaan itu terlihat dari tradisi menenun dan tato wajah yang pernah hidup kuat di tengah masyarakatnya.

Suku Seediq bukan berasal dari Cina daratan. Mereka masuk dalam rumpun Austronesia yang tersebar di berbagai wilayah Asia Pasifik.

Masyarakat Seediq dikenal berani dan memiliki sejarah panjang perlawanan. Mereka pernah melawan Jepang saat Taiwan berada di bawah pendudukan Dai Nippon pada masa Perang Dunia II.

Perjuangan paling terkenal terjadi dalam Insiden Wushe di Kabupaten Nantou. Perlawanan itu dipimpin Muna Rudao yang dihormati sebagai pahlawan legendaris Suku Seediq.

Mengutip Council of Indigenous Peoples, nama Seediq merujuk pada orang sekaligus bahasa yang mereka gunakan. Bahasa tersebut memiliki tiga dialek utama, yakni Truku, Toda, dan Tgdaya.

Keberagaman dialek muncul karena perpindahan kelompok Seediq dari satu wilayah ke wilayah lain. Menurut legenda, leluhur mereka berasal dari Pusu Qhuni di Pegunungan Tengah Taiwan.

Setelah itu, mereka bermigrasi ke Truku Truwan di Desa Hezuo, Kabupaten Nantou. Pada abad ke-18, perpindahan kembali terjadi akibat pertumbuhan penduduk yang semakin padat.

Kelompok yang menetap di wilayah berbeda kemudian membentuk identitas baru. Dari proses itu lahir sebutan Seediq Tgdaya, Seediq Toda, dan Seediq Truku.

Pemerintah Taiwan baru mengakui Seediq secara resmi pada 2008. Populasi mereka tercatat sekitar 10.452 jiwa per Januari 2020.

Dalam bidang seni, masyarakat Seediq memiliki kemampuan menenun yang kuat. Mereka membuat tas jaring, keranjang, alat tangkap ikan, hingga kain pakaian dari serat rami.

Kain tenun Seediq dikenal memakai warna hijau, merah, kuning, hitam, dan putih. Hasil tenunan itu digunakan untuk pakaian, aksesori, hingga perlengkapan rumah tangga.

Selain tenun, tato wajah dulu menjadi simbol penting dalam budaya mereka. Tradisi itu menandai kedewasaan, status sosial, dan hubungan spiritual dengan leluhur.

Pria Seediq mendapat tato setelah lulus ujian berburu atau menunjukkan keberanian. Sementara perempuan harus diakui mahir menenun dan bertani sebelum menerima tato wajah.