Program Penghijauan China Ubah Distribusi Air Tawar Nasional

Program penghijauan China selama dekade terakhir terbukti mengubah distribusi air tawar. Riset ungkap evapotranspirasi meningkat dan ketersediaan air tak merata.

Program Penghijauan China Ubah Distribusi Air Tawar Nasional
Zhang, di balik pegunungan, Tiongkok ||| Foto: Dmitry Rukhlenko.

Program penghijauan China yang dijalankan selama puluhan tahun ternyata membawa dampak tak terduga yaitu mengubah pola distribusi air tawar di seluruh wilayah negara tersebut. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Earth’s Future berdasarkan analisis perubahan tutupan vegetasi sepanjang 2001 hingga 2020.

China menjalankan sejumlah proyek penghijauan besar-besaran, termasuk Great Green Wall yang diluncurkan sejak 1978 dan berhasil meningkatkan tutupan hutan China menjadi lebih dari 25 persen. Proyek lain seperti Grain for Green dan Natural Forest Protection juga aktif mendorong konversi lahan pertanian menjadi kawasan hijau sekaligus menghentikan penebangan hutan.

Salah satu penulis studi, Arie Staal, menjelaskan skala penghijauan yang dilakukan China tidak ada bandingannya di dunia dan berdampak langsung pada siklus air di kawasan tersebut. Ia menyebut pemulihan ekosistem yang masif, khususnya di Dataran Tinggi Loess, telah mengaktifkan kembali siklus air secara signifikan.

“China telah melakukan penghijauan kembali dalam skala masif selama beberapa dekade terakhir. Mereka secara aktif memulihkan ekosistem yang kembali berkembang, khususnya di Dataran Tinggi Loess. Hal ini juga mengaktifkan kembali siklus air,” jelas Arie Staal, dikutip dari Live Science.

Peneliti menganalisis data resolusi tinggi mencakup evapotranspirasi, presipitasi, perubahan penggunaan lahan, serta model pelacakan uap air atmosfer dari berbagai sumber. Hasilnya menunjukkan evapotranspirasi meningkat lebih besar dari presipitasi, yang berarti sebagian air justru hilang ke atmosfer.

Dampaknya tidak merata di seluruh wilayah China. Ketersediaan air berkurang di wilayah monsun timur dan kawasan kering barat laut yang mencakup 74 persen daratan China, padahal wilayah itu menjadi pusat utama pembangunan, lahan pertanian, dan permukiman penduduk.

Sebaliknya, Dataran Tinggi Tibet justru mencatat peningkatan ketersediaan air. Peningkatan tutupan hutan dan padang rumput mendorong evapotranspirasi yang lebih tinggi di kawasan tersebut, menciptakan ketimpangan distribusi air yang semakin tajam antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

Fenomena ini juga tidak terbatas di dalam batas wilayah China saja karena angin mampu memindahkan uap air hingga sejauh 7.000 kilometer dari sumbernya. Artinya, dampak program penghijauan China berpotensi memengaruhi ketersediaan air di negara-negara lain yang jauh dari lokasi penanaman pohon.

Distribusi air yang tidak merata kini menjadi tantangan serius bagi China, di mana wilayah dengan 46 hingga 60 persen lahan hanya memiliki akses terhadap 20 persen sumber air nasional. Pemerintah China berupaya mengatasi masalah ini, namun para peneliti memperingatkan upaya tersebut berisiko gagal karena redistribusi air akibat penghijauan belum diperhitungkan secara memadai dalam kebijakan pengelolaan sumber daya air nasional.


ARTIKEL TERKAIT

Perubahan Iklim Hancurkan Lapisan Salju, Puncak Terjal Sierra Nevada “Gundul”
PENDAPAT — Open Dumping Sampah Ancam Bencana, Apa Solusinya?
Kunci Ekonomi Hijau Kita Ada di Energi Terbarukan, Mengapa Potensi Besar Itu Belum Tergarap?
Daerah Didesak Segera Lakukan Mitigasi Kekeringan Akibat Ancaman Musim Kemarau Ekstrem 2026

Read Also

Perubahan Iklim Hancurkan Lapisan Salju, Puncak Terjal Sierra Nevada “Gundul”

Pemindaian Lidar terhadap salju di pegunungan ||| Foto: Airborne Snow Observatories, The Guardian....

PENDAPAT — Open Dumping Sampah Ancam Bencana, Apa Solusinya?

Pengelolaan sampah di Indonesia masih didominasi open dumping. Pakar UGM ingatkan risiko bencana...

Kunci Ekonomi Hijau Kita Ada di Energi Terbarukan, Mengapa Potensi Besar Itu Belum Tergarap?

GEOTERMAL: Produksi Energi Panas Bumi di Lanskap Hutan ||| Foto: Aflo Images. Glasial.id...