Warga di Tegalgede Jember Krisis Air Bersih, 40 KK Terdampak

“Sejak Juli beberapa sumur warga mulai mengalami kekeringan. Sumber mata air terdekat juga berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman."

Warga di Tegalgede Jember Krisis Air Bersih, 40 KK Terdampak
Foto: Ilustrasi / Tamhasib Khan

Kekeringan mulai memukul warga Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember. Sebanyak 40 kepala keluarga (KK) di RT 04/RW 07 kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih setelah sejumlah sumur warga mengering sejak Juli 2026.

Pemerintah Kelurahan Tegalgede bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember dan warga setempat menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter pada Kamis, 3 September 2026 sore. Bantuan ini merupakan distribusi air bersih ke-7 untuk wilayah tersebut.

Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, ST, MM, menyampaikan bahwa kelurahan terus berkoordinasi dengan perangkat lingkungan dan BPBD. Hal itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan RT, RW, warga, dan BPBD agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat ditangani. Kondisi ini menjadi perhatian kami karena air merupakan kebutuhan dasar warga,” ujar Shierley, dikutip Jumat, 4 September 2026.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama masa kekeringan. Langkah ini diharapkan membantu menjaga ketersediaan air yang telah didistribusikan.

“Kami mengimbau masyarakat menggunakan air seperlunya dan bersama-sama menjaga ketersediaan air yang sudah didistribusikan. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga,” lanjutnya.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, Yudha Aditya Dwi Cahya, menjelaskan kondisi yang menyebabkan warga kesulitan air. Sejumlah sumur dengan kedalaman sekitar 8 hingga 10 meter mulai tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari sejak Juli.

“Sejak Juli beberapa sumur warga mulai mengalami kekeringan. Sumber mata air terdekat juga berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman,” kata Yudha.

Tim TRC BPBD bergerak menuju lokasi sekitar pukul 16.30 WIB. Setibanya di Tegalgede, petugas berkoordinasi dengan perangkat lingkungan dan warga sambil mendampingi proses distribusi air.

Air bersih sebanyak 5.000 liter kemudian dialirkan ke tandon warga untuk digunakan bersama. Penyaluran berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa kendala berarti.

Mengingat kekeringan panjang melanda kelurahan Tegalgede, ada potensi penambahan volume air bersih yang akan didrop ke masyarakat yang membutuhkan. BPBD merekomendasikan distribusi dengan kapasitas 5.000 liter setiap dua hari sekali selama warga masih membutuhkan.

“Untuk sementara, distribusi direkomendasikan setiap dua hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter, selama warga masih membutuhkan bantuan air bersih,” jelas Yudha.

Selain mendistribusikan air, petugas memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Warga diingatkan untuk menggunakan air secara hemat dan bijak mengingat kondisi kekeringan masih berlangsung.

Penanganan kekeringan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah. Hal ini menyusul penetapan Surat Keputusan Bupati Jember Nomor 100.3.3.2/206/1.12/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026.

(Sumber)

ARTIKEL TERKAIT

Kearifan Lokal Warga Madagaskar Sulap Pohon Ini Jadi Tangki Air

Read Also

Perjalanan Osman Bersama Ular dari Semenanjung Malaya ke Hutan Langkawi

Warga Pulau Langkawi, Malaysia, hanya memiliki satu nama yang selalu mereka hubungi ketika...

Seluruh Elemen Negeri Liang Didorong Kawal Perneg Hak Tenurial Pesisir

Wakil Ketua Saniri Negeri Liang, Abdul Samad Lessy, menegaskan proses penyusunan Peraturan Negeri...

Kearifan Lokal Warga Madagaskar Sulap Pohon Ini Jadi Tangki Air

Dataran Tinggi Mahafaly di barat daya Madagaskar dikenal sebagai salah satu kawasan paling...