Ketika Hidup Sehat Layak Dihargai: Gagasan POINSEHAT untuk Membangun Indonesia Lebih Kuat

Sebab pada akhirnya, masyarakat sehat adalah fondasi dari Indonesia yang kuat.

Ketika Hidup Sehat Layak Dihargai: Gagasan POINSEHAT untuk Membangun Indonesia Lebih Kuat
Foto: Ilustrasi / Mahmet

Oleh: M. Duta Ardandi Pratama

Pagi itu, Pak Hasan, 53 tahun, duduk tenang di ruang pemeriksaan sebuah puskesmas. Tidak ada keluhan sakit yang membawanya datang. Tidak ada demam, batuk, ataupun rasa nyeri yang mengganggu aktivitasnya. Ia hanya mengikuti ajakan ketua RT untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Selama puluhan tahun bekerja, Pak Hasan merasa tubuhnya baik-baik saja. Baginya, selama masih mampu beraktivitas dari pagi hingga sore, kesehatan bukan sesuatu yang perlu terlalu dikhawatirkan. Ia termasuk banyak orang yang merasa tidak perlu memeriksakan diri ketika tidak merasakan gejala apa pun.

Tetapi keyakinan itu berubah ketika hasil pemeriksaan keluar. Tekanan darahnya berada di atas batas normal. Kadar gula darahnya juga menunjukkan tanda pradiabetes. Tidak ada gejala yang ia rasakan sebelumnya, tetapi dua kondisi tersebut perlahan berkembang tanpa ia sadari.

Pak Hasan terdiam sejenak. Ia kemudian tersenyum kecil dan berkata, “Kalau saya tidak ikut hari ini, mungkin saya baru tahu ketika sudah terlambat.”

Kalimat sederhana itu menghadirkan pertanyaan besar. Mengapa banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan ketika tubuh mulai memberi tanda bahaya? Mengapa menjaga kesehatan sering kali dilakukan setelah penyakit datang, bukan sebelum risiko muncul?

Kisah Pak Hasan bukanlah cerita yang berdiri sendiri. Di berbagai daerah, masih banyak masyarakat yang baru mengakses layanan kesehatan ketika mengalami keluhan serius. Sebagian datang ketika tekanan darah sudah tinggi, gula darah meningkat, atau penyakit telah berkembang lebih jauh.

Padahal, banyak penyakit tidak selalu memberikan tanda sejak awal. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Diabetes pun dapat berlangsung lama sebelum seseorang menyadari perubahan pada tubuhnya. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh lebih awal.

Kehadiran Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu upaya penting dalam membangun kesadaran tersebut. Program ini tidak hanya memberikan kesempatan masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya, tetapi juga mengubah cara pandang bahwa pemeriksaan bukan hanya dilakukan ketika sakit. Kesehatan perlu dijaga sejak seseorang masih merasa sehat.

Tetapi tantangan berikutnya muncul setelah pemeriksaan selesai. Apakah masyarakat akan terus menjaga pola hidup sehat setelah mengetahui kondisinya? Ataukah semangat tersebut perlahan hilang ketika kembali menghadapi rutinitas sehari-hari?

Sebab, membangun kebiasaan sehat bukan hanya persoalan pengetahuan. Banyak orang sebenarnya sudah mengetahui pentingnya olahraga, pola makan seimbang, berhenti merokok, dan pemeriksaan rutin. Masalahnya, informasi sering kali berhenti sebagai pesan, belum menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan.

Kondisi ini menjadi semakin penting ketika melihat tantangan kesehatan Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama masyarakat. Diabetes juga terus menjadi perhatian seiring perubahan gaya hidup yang semakin banyak dipengaruhi pola makan tidak seimbang dan kurang aktivitas fisik.

Selain penyakit tidak menular, Indonesia juga masih menghadapi persoalan penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC) serta masalah gizi seperti stunting yang berkaitan dengan kesehatan ibu, anak, dan kualitas tumbuh kembang generasi masa depan.

Berbagai persoalan tersebut memiliki satu pesan yang sama: pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Pemeriksaan kesehatan rutin, imunisasi, skrining penyakit, aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi, dan edukasi kesehatan bukan sekadar program tambahan, melainkan investasi untuk menciptakan masyarakat yang lebih produktif.

Jadi pembangunan kesehatan tidak cukup hanya berfokus pada bagaimana menangani masyarakat yang sudah sakit. Indonesia juga membutuhkan cara baru untuk menjaga mereka yang masih sehat agar tetap mempertahankan kebiasaan baik.

Di sinilah persoalan sebenarnya muncul. Selama ini, kampanye kesehatan lebih banyak berbentuk ajakan: hidup sehat, rajin olahraga, kurangi gula, berhenti merokok, dan rutin memeriksa kesehatan. Pesan tersebut benar, tetapi perubahan perilaku membutuhkan lebih dari sekadar imbauan.

Manusia cenderung mempertahankan kebiasaan ketika mendapatkan pengalaman positif dan merasa usahanya dihargai. Hal sederhana dapat terlihat dari kebiasaan masyarakat mengumpulkan poin belanja, mengikuti tantangan olahraga, atau mengejar pencapaian tertentu dalam aplikasi digital. Bukan hanya karena hadiah yang diperoleh, tetapi karena ada rasa bahwa usaha mereka mendapatkan pengakuan.

Dari pemikiran itulah lahir sebuah gagasan POINSEHAT (Poin Indonesia Sehat).

POINSEHAT merupakan konsep ekosistem apresiasi terhadap perilaku hidup sehat. Gagasan ini menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima layanan kesehatan, tetapi sebagai pelaku utama dalam membangun budaya sehat.

Melalui POINSEHAT, setiap aktivitas positif yang mendukung kesehatan dapat memperoleh poin. Misalnya mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan kesehatan berkala, kegiatan Posyandu, donor darah, skrining penyakit, olahraga komunitas, edukasi kesehatan, imunisasi, hingga program kesehatan ibu dan anak.

Poin tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan bentuk penghargaan bahwa setiap usaha menjaga kesehatan memiliki nilai. Masyarakat dapat menukarkannya dengan berbagai manfaat yang tetap mendukung kehidupan sehat, seperti bibit tanaman pangan, perlengkapan olahraga, paket makanan bergizi, buku edukasi kesehatan, voucher transportasi menuju fasilitas kesehatan, atau dukungan produk UMKM lokal.

Konsep ini membuat kesehatan menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Masyarakat tidak hanya datang ke fasilitas kesehatan ketika mengalami keluhan, tetapi memiliki motivasi untuk terus berinteraksi dengan program pencegahan.

POINSEHAT juga dapat dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah, fasilitas kesehatan, komunitas, sekolah, perguruan tinggi, hingga sektor swasta. Teknologi digital dapat digunakan untuk mencatat aktivitas kesehatan, memberikan pengingat pemeriksaan, dan menyediakan informasi kesehatan yang mudah dipahami.

Namun, kekuatan utama POINSEHAT bukan terletak pada sistem poin atau teknologi semata. Nilai terbesarnya adalah perubahan cara berpikir. Hidup sehat bukan lagi sekadar kewajiban yang harus dilakukan karena takut sakit, tetapi menjadi kebiasaan yang tumbuh karena masyarakat merasa dihargai.

Bayangkan suatu hari nanti puskesmas tidak hanya ramai karena masyarakat datang membawa keluhan, tetapi juga dipenuhi orang-orang yang ingin memastikan dirinya tetap sehat. Posyandu menjadi ruang kebersamaan keluarga. Anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa kesehatan adalah bagian dari gaya hidup. Lansia rutin melakukan pemeriksaan tanpa rasa takut. Generasi muda bangga menjadi bagian dari komunitas sehat.

Pada titik itu, kesehatan bukan lagi sekadar urusan individu. Ia menjadi budaya bersama.

Kembali kepada Pak Hasan. Setelah mengetahui kondisi kesehatannya, ia mulai mengubah kebiasaan kecil dalam hidupnya. Ia lebih memperhatikan makanan, rutin berjalan kaki, dan tidak lagi menunda pemeriksaan kesehatan. Bahkan, ia mulai mengajak tetangganya mengikuti Cek Kesehatan Gratis.

“Menjaga kesehatan ternyata jauh lebih mudah daripada mengobati penyakit,” ujarnya.

Cerita Pak Hasan menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Indonesia yang kuat tidak hanya dibangun oleh masyarakat yang mampu bertahan ketika sakit, tetapi juga oleh masyarakat yang memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak awal.

Mungkin selama ini kita terlalu sibuk menyelamatkan mereka yang telah sakit. Padahal, masa depan bangsa juga ditentukan oleh mereka yang setiap hari memilih untuk tetap sehat.

Sudah saatnya setiap langkah menuju hidup sehat tidak hanya dianjurkan, tetapi juga dihargai. Karena ketika masyarakat merasa usahanya berarti, kesehatan bukan lagi sekadar tujuan pribadi, melainkan budaya yang memperkuat Indonesia.

Sebab pada akhirnya, masyarakat sehat adalah fondasi dari Indonesia yang kuat.

#MasyarakatSehatIndonesiaKuat
#LombaKesehatanKomdigi2026
#HUT81RI

ARTIKEL TERKAIT

PENDAPAT — Agama dan Budaya Indonesia Berakar dari Gujarat, Kata Konjen India
Ada Bakteri Probiotik di Madu Lebah Tanpa Sengat yang Bisa Lawan Kanker
Indonesia Gandeng Perusahaan China Kelola Air Limbah Industri
Bulan Jadi Prioritas Eksplorasi Antariksa Sebelum Mars

Read Also

Dari Jerami Jadi Baterai Ion Natrium

Tumpukan jerami padi yang selama ini dibiarkan membusuk di sawah ternyata menyimpan potensi...

Perempuan Nelayan Kritik Kebijakan Perikanan Skala Kecil di SSF Summit Roma

Rencana Aksi Nasional Perlindungan Perikanan Skala Kecil (RAN PPSK) menjadi sorotan organisasi nelayan...

PT Padasa Enam Utama Undang Delapan Eks Karyawan untuk Verifikasi Data Tindak Lanjut Putusan PHI

PT Padasa Enam Utama mengundang delapan mantan pekerja yang menjadi pihak dalam sejumlah...