Indonesia Sumbang 40% Emisi Karbon Global akibat Karhutla, Ini Datanya

"Agustus 2026 merupakan bulan yang luar biasa dalam catatan iklim global. Suhu global mencapai 1,65 derajat Celsius di atas tingkat praindustri dan kembali melampaui ambang 1,5 derajat Celsius."

Indonesia Sumbang 40% Emisi Karbon Global akibat Karhutla, Ini Datanya
Petugas Manggala Agni melakukan upaya pendinginan di lahan gambut terbakar di Riau | Foto: Dok. Manggala Agni.

Emisi karbon dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia tercatat sebagai yang terbesar di dunia sepanjang 5–11 September 2026, mencapai 13,3 juta ton setara karbon dioksida (CO2).

Angka tersebut merefleksikan tingkat emisi 129% lebih tinggi dari rata-rata musiman, menurut data Fire Emissions Watch yang dikembangkan layanan iklim Uni Eropa, Copernicus.

Emisi karbon dari Karhutla Indonesia pada periode tersebut menyumbang lebih dari 40% total emisi global yang mencapai 31,2 juta ton CO2.

Jumlah itu jauh melampaui negara penyumbang emisi Karhutla terbesar berikutnya, yaitu Brasil dengan 2,8 juta ton CO2 dan Angola sebesar 1,9 juta ton CO2.

Karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Papua, Kalimantan, dan Sumatra, seiring musim kemarau yang tengah berjalan.

Meski tertinggi secara global dalam sepekan terakhir, emisi karbon Karhutla Indonesia pada periode ini masih jauh di bawah catatan periode sama pada 2015, yakni 29,03 juta ton CO2.

Pada 2015, Indonesia menghadapi fenomena El Nino kuat yang turut memicu kondisi kering dan meningkatkan risiko Karhutla, hingga total emisi karbon sepanjang tahun itu menembus 385,11 juta ton CO2, rekor tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2003.

Total emisi karbon Karhutla Indonesia sepanjang 2026 hingga 11 September tercatat 76,20 juta ton CO2, masih di bawah capaian periode sama pada 2015 sebesar 101,94 juta ton CO2, namun melonjak tajam dibandingkan 2025 yang hanya 6,75 juta ton CO2.

Peningkatan emisi karbon ini sejalan dengan lonjakan jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi satelit. Data SiPongi Kementerian Kehutanan mencatat 688 hotspot high confidence secara nasional hingga Jumat (11/9/2026) pukul 21.15 WIB, naik dari 569 titik pada hari sebelumnya.

Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak di antara enam provinsi prioritas pengendalian Karhutla, yakni 271 titik, melonjak dari 96 titik pada hari sebelumnya.

Kalimantan Barat mencatat 51 titik hotspot, naik dari 39 titik, sementara Kalimantan Selatan melonjak dari 9 titik menjadi 47 titik.

Sumatra Selatan justru mencatat penurunan, dari 34 titik menjadi 11 titik. Riau dan Jambi tidak mencatat hotspot high confidence, masing-masing turun dari 18 titik dan dua titik pada hari sebelumnya.

Otoritas menegaskan hotspot merupakan anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak selalu menunjukkan keberadaan api, sehingga verifikasi lapangan tetap diperlukan.

Lonjakan emisi karbon dari Karhutla ini berkaitan dengan penguatan fenomena El Nino. Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) melaporkan kondisi tersebut menciptakan cuaca yang mendukung peningkatan risiko Karhutla musiman, terutama di kawasan lahan gambut yang rentan terbakar akibat cuaca kering sepanjang kemarau.

Fenomena ini berkaitan dengan tren pemanasan global yang lebih luas. Strategic Lead for Climate ECMWF, Samantha Burgess, menyebut Agustus 2026 sebagai bulan luar biasa dalam catatan iklim global, dengan suhu global menembus 1,65 derajat Celsius di atas tingkat praindustri. 

“Agustus 2026 merupakan bulan yang luar biasa dalam catatan iklim global. Suhu global mencapai 1,65 derajat Celsius di atas tingkat praindustri dan kembali melampaui ambang 1,5 derajat Celsius,” katanya.[]

ARTIKEL TERKAIT

Ribuan Titik Panas di Gambut, Target Iklim Indonesia Terancam
Eks Lahan Karhutla di Dumai Disulap Jadi Kebun Kopi Robusta oleh Pokmas Alam Tani
Kabut Asap, Gangguan Transportasi, dan Tekanan Inflasi, Rangkaian Biaya Karhutla
Soal Kesejahteraan Masyarakat Lewat Perdagangan Karbon, Siapa yang Benar-benar Diuntungkan?

Read Also

Perjalanan Osman Bersama Ular dari Semenanjung Malaya ke Hutan Langkawi

Warga Pulau Langkawi, Malaysia, hanya memiliki satu nama yang selalu mereka hubungi ketika...

Seluruh Elemen Negeri Liang Didorong Kawal Perneg Hak Tenurial Pesisir

Wakil Ketua Saniri Negeri Liang, Abdul Samad Lessy, menegaskan proses penyusunan Peraturan Negeri...

Kearifan Lokal Warga Madagaskar Sulap Pohon Ini Jadi Tangki Air

Dataran Tinggi Mahafaly di barat daya Madagaskar dikenal sebagai salah satu kawasan paling...