Tatap Bumi dari Orion, Astronot Artemis II Kirim Foto Spektakuler dalam Perjalanan Menuju Bulan

Tatap Bumi dari Orion, Astronot Artemis II Kirim Foto Spektakuler dalam Perjalanan Menuju Bulan
Penampakan Bumi dari luar angkasa | Foto: Goinyk Production.
A-AA+A++

KRU misi Artemis II memulai babak baru eksplorasi ruang angkasa dengan membagikan potret menakjubkan planet Bumi dari kejauhan.

Sekitar satu setengah hari pasca peluncuran bersejarah pada Jumat waktu setempat, para astronot mengirimkan visual perdana yang menangkap kemegahan bola dunia dari jendela kapsul Orion saat mereka melesat membelah ruang hampa menuju Bulan.

Komandan misi, Reid Wiseman, berhasil mengabadikan lengkungan biru Bumi yang kontras dengan kegelapan ruang angkasa.

Foto-foto tersebut tidak hanya menampilkan hamparan samudra dan pusaran awan putih yang ikonik, tetapi juga menangkap fenomena langka berupa pendaran cahaya aurora hijau yang memancar dari kutub Bumi.

Pemandangan ini menandai kembalinya mata manusia secara langsung ke orbit lunar setelah lebih dari lima dekade sejak berakhirnya era Apollo.

Pemimpin sistem eksplorasi NASA, Lakiesha Hawkins, menegaskan pentingnya perspektif yang dibawa oleh foto-foto ini bagi seluruh umat manusia.

Ia melaporkan bahwa seluruh sistem wahana antariksa bekerja optimal tanpa kendala teknis yang berarti.

“Sangat luar biasa untuk berpikir bahwa, kecuali empat teman kita di sana, kita semua terwakili dalam gambar ini,” ujar Lakiesha Hawkins seperti dikutip Associated Press, Sabtu (4/4/2026).

Hingga Sabtu (4/4/2026) waktu Indonesia, posisi Wiseman bersama tiga rekan astronot lainnya telah melampaui jarak 180.000 kilometer dari Bumi.

Tim yang terdiri dari perwakilan Amerika Serikat dan Kanada ini masih harus menempuh sisa perjalanan sejauh 240.000 kilometer untuk mencapai titik orbit Bulan pada Senin (6/4/2026) mendatang.

Keindahan visual yang tertangkap dari orbit tinggi tersebut sempat menciptakan suasana haru dan kekaguman yang mendalam di dalam kabin Orion.

Wiseman menceritakan bagaimana seluruh kru kehilangan kata-kata saat melihat planet asal mereka dari perspektif yang hanya pernah dirasakan oleh segelintir manusia di masa lalu.

“Itu adalah momen yang paling spektakuler, dan membuat kami berempat terpaku diam,” ungkap Wiseman mengenai pemandangan Bumi dan cahaya aurora dari jendela mereka.

Secara teknis, misi Artemis II berfungsi sebagai uji coba krusial sebelum NASA benar-benar mendaratkan kembali manusia di permukaan Bulan pada misi berikutnya.

Sesuai rencana, kapsul Orion akan melakukan manuver “U-turn” atau putar balik di sisi jauh Bulan tanpa melakukan pendaratan, kemudian langsung meluncur kembali menuju Bumi.

Misi ini memikul ambisi besar untuk membangun keberadaan manusia secara permanen di Bulan sebagai batu loncatan menuju Mars.

Keberhasilan Artemis II menjadi validasi penting bagi keandalan roket Space Launch System (SLS) dan teknologi pendukung hidup di kapsul Orion, sekaligus menjadi simbol kolaborasi internasional antara NASA dan Badan Antariksa Kanada (CSA).***