Bagaimana Busa Sabun Bisa Menjadi Senjata Baru Melawan Kebakaran Hutan?

Jepang kembangkan alat pemadam api kebakaran hutan berbasis busa sabun alami. Teknologi ini diuji lewat helikopter untuk hentikan laju api tajuk.

Bagaimana Busa Sabun Bisa Menjadi Senjata Baru Melawan Kebakaran Hutan?
Busa sabun yang dikembangkan Jepang untuk menjadi senjata baru pemadam api untuk kebakaran hutan ||| Foto: Arrayyanbilf.

Di Jepang, lonjakan kasus kebakaran yang semakin parah, mendorong para ilmuwan dan pelaku industri untuk mengembangkan alat pemadam api kebakaran hutan yang lebih efektif, ramah lingkungan, dan siap pakai. Salah satunya menggunakan busa sabun.

Kebakaran dahsyat yang menghanguskan hampir 1.633 hektar lahan di Otsuchi, Prefektur Iwate, seolah menjadi titik balik bagi negara ini. Peristiwa telah meninggalkan luka pada bentang alam, sekaligus mempercepat langkah riset ini.

Bagaimana teknologi ini diterapkan?

Tim peneliti dari Universitas Kitakyushu tengah menuntaskan solusi yang mungkin terdengar sederhana namun kontribusinya sangat besar, yakni upaya pemadam kebakaran berbasis busa sabun yang disemprotkan dari udara.

Tim ini dipimpin oleh Profesor Tomonori Kawano. Ia seorang spesialis teknik bio-ekologi. Ia diminta untuk mengembangkan metode pembentukan penghalang api dengan cara menyemprotkan busa di depan jalur rambatan api, sehingga penyebarannya bisa dihentikan sebelum meluas.

Cara kerja busa ini berbeda dari air biasa. Busa memutus pasokan oksigen yang menjadi bahan bakar api. Sementara air menguap begitu menyentuh panas, busa bertahan jauh lebih lama dan lebih efektif. 

Namun, pemadam busa konvensional mengandung surfaktan sintetis sangat berbahaya bagi sumber air dan ekosistem sekitar, sehingga penggunaannya di kawasan hutan selama ini sangat dibatasi.

Tim Kawano menjawab kendala itu dengan memilih bahan yang mereka anggap lebih ramah lingkungan, yakni berupa busa berbasis sabun alami yang mudah terurai secara hayati.

Pada Maret lalu, mereka melakukan serangkaian uji coba menggunakan helikopter pemadam kebakaran di Kitakyushu, untuk menguji apakah temuan ini efektif. Mereka melempar busa itu ke udara.

Masalahnya, uji coba dari udara bukan perkara mudah. Saat angin bertiup kencang, semprotan sulit diarahkan tepat sasaran.

Sementara menurunkan ketinggian helikopter pun bukan pilihan aman, sebab angin akan terdorong ke bawah oleh baling-baling, justru bisa memperparah kobaran api di bawahnya.

Maka, tim peneliti fokus pada tiga variabel kritis, yakni konsentrasi campuran busa dan air, kecepatan terbang, serta ketinggian optimal saat penyemprotan dilakukan.

“Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi busa dalam campuran, semakin akurat busa tersebut jatuh ke titik yang dituju,” kata Profesor Kawano.

Profesor Kazuya Uezu, anggota tim yang mendalami teknik kimia dan kinerja pemadam kebakaran, menjelaskan bagaimana kebakaran di Otsuchi menyebar dengan cara yang sangat agresif.

“Kebakaran hutan Otsuchi menyebar sebagai kebakaran tajuk — di mana api melompat dari cabang ke cabang,” ujarnya.

“Ketika ranting dan dedaunan ditutupi dengan alat pemadam api busa, penyalaan dapat ditekan, dan kami memperkirakan laju penyebaran ke arah angin akan melambat.”

Profesor Uezu mengakui masih ada pekerjaan rumah yang panjang dari proyek ini. Pengurangan biaya material dan transportasi, serta standardisasi teknik operasional, menjadi tantangan utama sebelum teknologi ini bisa diterapkan secara luas.

Sementara tim Kitakyushu berjibaku dengan semprotan udara, mengatakan bahwa tantangan lain yang tak kalah berat sedang ditelaah di tempat berbeda — yakni bagaimana memastikan pasokan air yang cukup di lokasi kebakaran yang terpencil.

Mitsubishi Research Institute mengambil pendekatan yang tak terduga dengan melibatkan kendaraan konstruksi beton milik perusahaan swasta dalam operasi pemadaman kebakaran hutan.

Dalam laporan yang mereka susun, truk pompa beton dinilai mampu melepaskan air dalam volume besar dari posisi tinggi, sementara truk pengaduk beton bisa difungsikan mengangkut air dari sungai jauh menuju waduk sementara di lokasi kebakaran.

Laporan ini segera dibagikan kepada dinas pemadam kebakaran di seluruh Jepang.

Pemerintah pusat Jepang mendorong seluruh dinas pemadam kebakaran untuk segera membangun perjanjian kerja sama resmi dengan perusahaan swasta.

“Jika kita membangun kerangka kerja sama terlebih dahulu, kita akan dapat merespons dengan cepat jika terjadi bencana,” kata Kazunari Nakamura, peneliti senior di Mitsubishi Research Institute.

Ancaman yang Terus Membesar

Di balik seluruh upaya ini, ada satu kenyataan yang mendesak untuk dihadapi. Kebakaran hutan bukan sekadar bencana musiman — ia adalah ancaman yang terus tumbuh seiring perubahan iklim.

“Kebakaran hutan pada dasarnya sulit dipadamkan,” kata Prof. Kazunori Kuwana dari Universitas Sains Tokyo, pakar ilmu kebakaran.

“Karena diperkirakan akan terus meningkat skalanya, perlu untuk mengumpulkan pengetahuan terbaru tentang pemadaman kebakaran, seperti penggunaan alat pemadam busa.”

Kata-kata itu terasa seperti pengingat keras. Di Otsuchi, 1.633 hektar telah menjadi abu. Di laboratorium dan langit Kitakyushu, para peneliti terus bekerja — menyempurnakan formula, menghitung konsentrasi, menguji ketinggian terbang — agar tragedi serupa tidak perlu terulang. 

Busa sabun yang tampak sepele itu, jika berhasil, bisa menjadi garis pertahanan terakhir antara hutan yang masih hidup dan api yang tak kenal ampun.

Sumber: The Japan News


ARTIKEL TERKAIT

Kenapa Beruang Madu Bisa Muncul di Perkampungan?
2030 Diprediksi akan Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah
Invasifnya Spesies Ikan Asing Jadi Ancaman Ekosistem Perairan Indonesia
Sejarah Glasial: saat Bumi Membeku hingga Mengubah Wajah Dunia Kita

Read Also

Invasifnya Spesies Ikan Asing Jadi Ancaman Ekosistem Perairan Indonesia

Perairan Indonesia tengah menghadapi ancaman yang bergerak diam-diam namun dampaknya nyata — kehadiran...

Indonesia Gandeng Perusahaan China Kelola Air Limbah Industri

Kemenperin gandeng perusahaan China olah air limbah di 5 kawasan industri. Teknologi DIAB...

Bagaimana Riau Memperkuat Tanah Ulayat dan Perlindungan Hutan Adat?

Pemprov Riau dan DPRD bahas Ranperda Tanah Ulayat untuk perkuat perlindungan hutan adat...