Sinergi Energi dan Ekonomi Hantarkan UMKM Pucuk Rebung ke Pasar Global

Sinergi Energi dan Ekonomi Hantarkan UMKM Pucuk Rebung ke Pasar Global
Tim CID PHR saat melakukan monitoring di outlet Koperasi Pucung Rebung, Rumbai, Pekanbaru. Koperasi Pucuk Rebung hadir sebagai simbol kemandirian ekonomi yang mampu bersaing hingga skala internasional ||| Foto: Dok. PHR.
A-AA+A++

Sektor energi tidak hanya menjadi pilar kedaulatan nasional, tetapi juga motor penggerak ekonomi kerakyatan melalui program pemberdayaan UMKM, asal benar-benar tepat sasaran.

Seperti Koperasi UMKM Pucuk Rebung di Provinsi Riau ini—yang berhasil bertransformasi menjadi simbol kemandirian ekonomi dan naik kelas dari skala dapur rumahan, menuju pasar internasional.

Semua itu berkat tangan dingin Yuneli. Wanita yang biasa disapa Nunik itu telah melalui berbagai tantangan, sehingga para pelaku usaha lokal yang sebelumnya terkendala modal dan standar kualitas, kini mampu bersaing di pasar ekspor berkat skema kolaborasi strategis bersama industri hulu migas PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

“Rasa percaya diri kini tumbuh menggantikan perasaan ragu yang dahulu membayangi kami,” kata Nunik, ketua Koperasi UMKM Pucuk Rebung, yang baru saja kembali dari Malaysia menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha setempat.

“Perjalanan Koperasi UMKM Pucuk Rebung dan dukungan PHR telah mengubah segalanya. Berawal dari dapur sederhana, kini produk kami mampu tampil hingga pasar internasional,” sebutnya.

Industri migas itu melihat ada celah yang menjanjikan bagi Koperasi Pucuk Rebung untuk tumbuh dan berkembang. Atas dasar itu, PHR memutuskan untuk mengambil peran krusial sebagai katalisator dalam program Pengembangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan.

Adapun intervensi korporasi ini mencakup penguatan kelembagaan, penyediaan alat produksi modern, hingga pembukaan akses pasar digital dan fisik. Hasilnya, produk unggulan seperti rendang, salai patin, dan keripik tempe kini memiliki daya simpan hingga delapan bulan dengan standar keamanan pangan yang ketat.

Efektivitas pemberdayaan UMKM ini terbukti mampu mendongkrak omzet koperasi hingga ratusan juta rupiah per bulan, yang secara langsung meningkatkan kesejahteraan keluarga anggota di sekitar wilayah operasi migas.

Nunik mengatakan, dukungan sektor energi telah mematahkan keraguan para pelaku usaha kecil untuk bermimpi besar. “Dukungan PHR mampu meningkatkan kapasitas usaha secara optimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anggota koperasi.”

Keberhasilan model ekonomi ini bahkan menarik perhatian dunia akademik internasional, salah satunya melalui kunjungan studi dari University Keusahawanan Koperasi Malaysia.

Pengakuan lintas negara tersebut mengukuhkan bahwa sinergi antara perusahaan energi dan masyarakat lokal dapat menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PHR terus berkomitmen memperluas jangkauan pemberdayaan UMKM dengan melibatkan generasi muda demi menjamin regenerasi ekonomi lokal yang inklusif dan berdaya saing global.|||