ANALISIS — Harga Emas Dunia Berpeluang Tembus USD 5.000

Harga emas dunia naik ke USD 4.723 per ounce. Analis prediksi emas bisa tembus USD 5.000 jika konflik AS-Iran mereda dan The Fed pangkas suku bunga.

ANALISIS — Harga Emas Dunia Berpeluang Tembus USD 5.000
Emas batangan ||| Foto: Ilustrasi.

Harga emas dunia terus menguat dan para analis mulai mematok target di level USD 5.000 hingga USD 5.200 per ounce. Terget itu didorong meredanya tensi geopolitik AS-Iran dan potensi pemangkasan suku bunga The Fed. Dua katalis besar itu membentuk narasi baru di pasar logam mulia yang membuat emas bergerak di luar pola tradisionalnya.

CNBC dalam laporannya menjabarkan, bahwa harga emas spot naik 0,8 persen menjadi USD 4.723,28 per ounce pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni ikut menguat 0,5 persen ke USD 4.733, sementara emas batangan mencatat kenaikan mingguan sebesar 2,4 persen.

Data lapangan kerja AS pada April tumbuh lebih dari ekspektasi pasar, dengan tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3 persen. Menariknya, data positif itu justru tidak menekan harga emas seperti yang biasa terjadi dalam kondisi normal.

Direktur High Ridge Futures, David Meger, menyebut perilaku emas saat ini keluar dari pakem lama. Ia menilai emas kini bergerak layaknya aset berisiko, bukan lagi murni sebagai safe haven.

“Secara tradisional, kita akan berpikir angka pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan akan memperkuat dolar AS dan memberikan tekanan pada emas. Namun, kita tidak benar-benar melihat hal itu terjadi hari ini,” ujar Meger.

Meger menilai rebound emas lebih banyak dipicu prospek meredanya konflik Iran yang menekan harga energi ke bawah. Kondisi itu membuka jalan bagi The Fed untuk kembali memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

“Rebound emas terkait dengan prospek de-eskalasi di Iran, dengan harga energi yang turun, kita melihat prospek penurunan suku bunga the Fed meningkat pada masa mendatang,” kata dia.

Sehari sebelumnya, Kamis, 7 Mei 2026, emas sudah lebih dulu menguat tiga sesi berturut-turut dengan harga spot naik 1,1 persen ke USD 4.740,42 per ounce. Logam mulia lain ikut bergairah, perak spot melonjak 5 persen ke USD 81,19, level tertinggi sejak 17 April, sementara platinum naik 1,2 persen ke USD 2.085,75.

Analis RJO Futures, Bob Haberkorn, memproyeksikan harga emas bisa menembus USD 5.000 per ounce jika situasi geopolitik di Timur Tengah benar-benar mereda. Ia menyebut pasar saat ini hanya fokus mengamati dua hal yaitu perkembangan negosiasi damai AS-Iran dan sinyal kebijakan moneter The Fed.

“Jika gencatan senjata bertahan, dan kita dapat mengakhiri perang ini, dan kembali berbisnis seiring selat yang terbuka, saya dapat melihat harga emas mencapai USD 5.000 per ounce,” ujar Haberkorn.

Presiden AS Donald Trump ikut memprediksi konflik dengan Iran akan berakhir cepat, seiring Teheran yang tengah mempertimbangkan proposal perdamaian Washington. Proposal itu mensyaratkan Iran menangguhkan program nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak global.

Harga minyak mentah Brent merespons positif dengan turun ke bawah USD 100 per barel. Penurunan harga energi ini krusial karena biaya energi yang tinggi biasanya mendorong inflasi dan membuat pembuat kebijakan enggan memangkas suku bunga, dua kondisi yang lazimnya kurang bersahabat bagi emas.

TD Securities dalam catatannya membuka peluang emas menembus USD 5.200 per ounce setelah tekanan inflasi berbasis minyak mereda. Kombinasi pemangkasan suku bunga, pelemahan dolar, dan meningkatnya permintaan dari investor serta bank sentral disebut sebagai pendorong utama skenario tersebut.

“Pergeseran kebijakan ke arah mandat lapangan kerja maksimum Fed di kemudian hari, imbal hasil yang lebih rendah, dan dolar AS yang lebih lemah, ditambah dengan meningkatnya permintaan investor dan bank sentral, dapat menghidupkan kembali tren kenaikan,” tulis TD Securities.

Bank sentral China tercatat konsisten menambah cadangan emasnya selama 18 bulan berturut-turut hingga April, memperkuat fondasi permintaan jangka panjang logam mulia ini. Tren akumulasi emas oleh bank sentral global itu menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan terhadap emas sebagai aset strategis terus tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.


ARTIKEL TERKAIT

FAO: Potensi Naik Tajam Minyak Nabati saat Harga Komoditas Pangan Dunia Naik Berturut-turut
Burung Ruak-ruak Berpotensi Jadi Sumber Daging Fungsional Baru
Filosofi dalam Rasa di Balik Sambal Empat Sungai
Faisal Beternak Unta untuk Kurban Idul Adha

Read Also

FAO: Potensi Naik Tajam Minyak Nabati saat Harga Komoditas Pangan Dunia Naik Berturut-turut

Seorang petani membawa karung jagung usai panen di ladangnya ||| Foto: Tuấn Nguyễn...

Burung Ruak-ruak Berpotensi Jadi Sumber Daging Fungsional Baru

Peneliti BRIN ungkap burung ruak-ruak punya kandungan glutamat dan asam lemak tinggi. Daging...

Kunci Ekonomi Hijau Kita Ada di Energi Terbarukan, Mengapa Potensi Besar Itu Belum Tergarap?

GEOTERMAL: Produksi Energi Panas Bumi di Lanskap Hutan ||| Foto: Aflo Images. Glasial.id...