Warga Inhil Kembali Tewas Diterkam Buaya

Warga Inhil Kembali Tewas Diterkam Buaya
Buaya muara || Foto: Ilustrasi.
A-AA+A++

KABAR duka menyelimuti Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir setelah seorang pria bernama Ipol (35) tewas akibat serangan predator air (buaya muara).

Korban yang merupakan warga RT 010 RW 05 dari Suku Duanu tersebut dilaporkan hilang secara misterius saat sedang mencari pucuk nipah dan siput di kawasan Sungai Hujan pada Rabu sore, 2 April 2026.

Peristiwa nahas ini memicu aksi solidaritas luar biasa dari masyarakat setempat yang langsung berbondong-bondong menuju lokasi kejadian. Suasana di sekitar aliran Sungai Hujan mendadak riuh oleh kedatangan warga yang membawa perlengkapan seadanya untuk melakukan pencarian mandiri.

Sedikitnya tujuh unit pompong milik warga dikerahkan untuk menyisir setiap sudut aliran sungai yang dikenal sebagai habitat alami buaya tersebut. Meski ancaman predator masih mengintai dan arus sungai tidak menentu, warga tetap bahu-membahu menyisir permukaan air dengan bantuan lampu senter saat malam mulai menyelimuti kawasan tersebut.

Pencarian dramatis yang berlangsung selama berjam-jam itu akhirnya membuahkan hasil pada Kamis, 3 April 2026 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Tim pencari menemukan jasad Ipol dalam kondisi sudah tidak bernyawa di area sungai.

Penemuan ini langsung disambut isak tangis keluarga dan warga yang telah berjaga sejak sore hari. Meski berada di lokasi yang rawan, warga mencatat bahwa kondisi jasad korban secara umum masih dalam keadaan utuh, walaupun ditemukan luka-luka signifikan pada bagian wajah, kaki, serta paha yang menjadi bukti keganasan serangan hewan melata tersebut.

Pasca-evakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan sesuai adat dan tradisi setempat. Insiden mematikan ini kembali menambah catatan kelam kasus konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah perairan Indragiri Hilir.

Masyarakat Desa Kuala Patah Parang kini waspada dan berharap pemerintah atau pihak terkait segera melakukan langkah mitigasi nyata. Warga diimbau untuk meningkatkan kehati-hatian saat beraktivitas di tepian sungai, mengingat serangan buaya seringkali terjadi secara mendadak di kawasan yang memang merupakan teritorial alami mereka.***