TIM nasional Italia kembali menelan pil pahit yang mengguncang jagat sepak bola dunia. Skuad besutan Gennaro Gattuso dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah menderita kekalahan dramatis melalui drama adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Selasa (31/3) malam waktu setempat. Hasil ini memastikan pemilik empat gelar juara dunia tersebut absen dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut sejak 2018.
Pertandingan penentuan ini awalnya berjalan sesuai rencana bagi tim tamu. Italia langsung menghentak sejak menit ke-15 melalui aksi Moise Kean. Gol tersebut tercipta berkat kejelian Nicolò Barella yang memanfaatkan blunder kiper lawan setelah ditekan oleh Mateo Retegui.
Umpan silang Barella diselesaikan dengan sepakan akurat Kean ke sudut atas gawang, yang sekaligus membawa sang striker menyamai rekor legendaris Gigi Riva dengan mencetak gol dalam enam laga beruntun bersama Gli Azzurri.
Namun, angin kemenangan berubah menjadi bencana pada menit ke-41. Sebuah sapuan tidak sempurna dari penjaga gawang Gianluigi Donnarumma berhasil dicuri oleh pemain Bosnia, Amar Memic.
Dalam posisi satu lawan satu menuju gawang, bek tengah Alessandro Bastoni terpaksa menjatuhkan Memic dari belakang. Wasit Clèment Turpin tanpa ragu langsung mencabut kartu merah, memaksa Italia bertarung dengan 10 pemain di sisa laga.
Kekurangan jumlah pemain membuat lini pertahanan Italia menjadi bulan-bulanan tuan rumah di babak kedua. Meski Donnarumma tampil heroik menepis serbuan Benjamin Tahirovic dan Kerim Alajbegovic, benteng pertahanan Italia akhirnya runtuh pada menit ke-79. Berawal dari sundulan tajam Edin Dzeko yang sempat ditepis Donnarumma, bola liar (rebound) langsung disambar oleh Haris Tabakovic ke dalam gawang. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal dan babak perpanjangan waktu usai.
Memasuki babak adu penalti, tekanan mental tampak menyelimuti para penggawa Italia. Eksekutor pertama, Francesco Pio Esposito, gagal setelah bola hasil tendangannya melambung jauh di atas mistar. Ketegangan memuncak saat tendangan Bryan Cristante hanya membentur tiang gawang.
Sebaliknya, empat algojo Bosnia yakni Tahirovic, Tabakovic, Alajbegovic, dan Bajrakterovic tampil sangat tenang dan sukses menyapu bersih gol tanpa mampu dibendung oleh Donnarumma. Kemenangan adu penalti dengan skor 4-1 ini membawa Bosnia mencetak sejarah menuju Amerika Utara, sekaligus mengubur ambisi Italia untuk kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia.
Kegagalan ini menjadi noda hitam baru bagi sepak bola Italia yang kini harus menunggu setidaknya hingga tahun 2030 untuk bisa kembali merasakan atmosfer Piala Dunia.***





