Burung Iblis Jambul Toki Sukses Mudik dan Merajai Langit Pulau Sado

Burung Iblis Jambul Toki Sukses Mudik dan Merajai Langit Pulau Sado
Burung Iblis Jambul Toki || Foto: ANA.
A-AA+A++

Oleh: Yutaka Hojo
Staf Penulis Yomiuri Shimbun

Program pemulihan populasi burung Ibis Jambul, atau yang beken dengan nama Toki di Jepang, baru saja mencetak sejarah baru. Tahun ini, jumlah burung Toki yang lahir dan besar di “metropolitan” Kebun Binatang Tama, Tokyo, resmi melampaui angka 100 ekor.

Pencapaian ini menjadi kado manis bagi proyek konservasi selama 18 tahun, yang penuh drama, demi mengembalikan burung cantik ini ke habitat aslinya di Pulau Sado, Prefektur Niigata.

Keberhasilan ini bukan hasil sulap dalam semalam. Tim di Kebun Binatang Tama harus putar otak sejak 2007 untuk memastikan burung-burung ini tidak punah.

Strategi “penitipan” di Tokyo ini sengaja dilakukan pemerintah Jepang untuk mencegah kepunahan massal jika seandainya ada wabah flu burung di pusat konservasi utama di Pulau Sado.

“Metode pengembangbiakan telah berubah secara bertahap. Kita berhutang budi [atas pencapaian ini] kepada para pendahulu kita yang telah mengembangkan berbagai teknik dari waktu ke waktu,” ujar salah satu staf pengembangbiakan di Kebun Binatang Tama, seperti dikutip dari The Japan News, Senin (6/4/2026).

Perjalanan 104 ekor burung “alumni” Tokyo ini penuh tantangan unik. Junko Ishii (43), sosok di balik layar penangkaran ini, menceritakan betapa sulitnya melatih insting alami induk Toki.

Mulai dari drama induk yang hobi mematuk telurnya sendiri sampai pecah, hingga kasus induk yang salah memberikan makan kerikil kecil kepada anaknya.

Guna memancing insting alami mereka, Ishii bahkan bereksperimen dengan memindahkan pasangan burung ke kandang raksasa seluas 100 meter persegi pada 2022.

Ketegangan memuncak saat ia harus memelototi monitor selama 48 jam penuh—batas waktu kritis sebelum anak burung mati kelaparan—hanya untuk memastikan si induk mau menyuapi anaknya.

Saat momen haru itu tiba dan induk Toki mulai memberi makan, Ishii tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Sambil berteriak, “Mereka berhasil!” Ishii bertepuk tangan dari balik monitor.

Kini, kerja keras itu terbayar lunas. Dari total 530 ekor Toki yang terbang bebas di langit Pulau Sado sejak 2008, 79 di antaranya adalah lulusan asli Kebun Binatang Tama.

Pihak pengelola taman mengaku sangat terharu karena individu-individu dari tempat mereka bisa berkontribusi langsung pada reintroduksi ke alam liar.

Target ke depan bukan sekadar memperbanyak jumlah, tapi memastikan burung-burung ini punya mental “petarung” untuk bertahan hidup tanpa bantuan manusia.

“Tidak seperti hewan lain di taman ini, toki akan dilepasliarkan. Tujuan kami adalah membantu mereka mengembangkan kekuatan dan ketahanan yang diperlukan untuk bertahan hidup dengan baik,” kata Ishii.***

Sumber
— The Japan News —