ULASAN — Deforestasi di Indonesia Melonjak Hingga 66%, Terparah dalam Satu Dekade?

Tanpa intervensi yang lebih ketat, tren ini berpotensi terus berlanjut di tahun mendatang.

ULASAN — Deforestasi di Indonesia Melonjak Hingga 66%, Terparah dalam Satu Dekade?
Foto: Ian Taylor

Deforestasi (kerusakan hutan) di Indonesia mencapai 433.751 hektare sepanjang 2025, atau melonjak 66% dari 261.575 hektare pada tahun sebelumnya. Kalimantan kembali mencatatkan kehilangan hutan terluas, disusul Sumatera dan Papua.

Menurut data yang terbitkan Simontini, lonjakan ini menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Data menunjukkan tren deforestasi terus meningkat sejak 2021 dari 229.982 hektare menjadi 257.385 hektare pada 2023, lalu 261.574 hektare pada 2024.

Kalimantan kehilangan tutupan hutan seluas 158.283 hektare, naik 22% dari tahun sebelumnya. Sumatera mencatatkan deforestasi 144.150 hektare dengan pertumbuhan 58% secara tahunan.

Papua mengalami lonjakan paling dramatis dengan deforestasi 77.678 hektare atau naik 348%. Posisinya naik ke peringkat ketiga, menggantikan Sulawesi.

Tiga provinsi di Sumatera Bagian Utara yang dilanda banjir dan longsor dahsyat pada penghujung 2025 mencatatkan kenaikan deforestasi luar biasa. Aceh melonjak 426%, Sumatera Utara 281%, dan Sumatera Barat meroket 1.034%.

Sebanyak 71% atau 307.861 hektare deforestasi terjadi di kawasan hutan yang dikelola Kementerian Kehutanan. Sisanya 125.890 hektare terjadi di area penggunaan lain.

Kawasan konservasi mengalami tekanan berat dengan deforestasi 25.077 hektare, naik tiga kali lipat dari 7.704 hektare pada 2024. Sepuluh kawasan teratas menyumbang 68% dari total deforestasi di zona konservasi.

Di habitat megafauna ikonik seluas 29 juta hektare, terjadi kehilangan tutupan hutan mencapai 156.463 hektare. Area ini merupakan rumah bagi harimau, gajah, badak, dan orangutan.

Program ketahanan pangan pemerintah yang mengalokasikan 20,6 juta hektare kawasan hutan mulai menunjukkan dampak. Sebesar 78.123 hektare deforestasi terjadi di area pencadangan tersebut, menyumbang 18% dari deforestasi nasional.

Sebanyak 44% deforestasi terjadi di dalam konsesi. Konsesi kehutanan menjadi penyumbang terbesar dengan 110.898 hektare, mencakup 74.409 hektare di konsesi logging dan 33.063 hektare di konsesi kebun kayu.

Deforestasi di konsesi tambang mencapai 41.162 hektare yang tersebar di 1.140 izin. Sepuluh konsesi teratas menyumbang 22% dari total deforestasi sektor ini.

Sektor sawit mencatatkan deforestasi 37.910 hektare di 719 konsesi. Sepuluh konsesi teratas menyumbang 36% atau 13.610 hektare.

Secara geografis, deforestasi terjadi di 383 kabupaten/kota atau 74% dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Sepuluh kabupaten teratas berada di Kalimantan dan Tanah Papua dengan total 95.733 hektare.

Pola bulanan menunjukkan lonjakan deforestasi dimulai pada Maret dan memuncak pada Mei dengan 75.082 hektare. Angka ini menunjukkan akselerasi yang signifikan pada paruh pertama tahun.

Deforestasi di Indonesia pada 2025 menandai perubahan lanskap yang didorong oleh ekspansi konsesi dan kebijakan pangan. Tanpa intervensi yang lebih ketat, tren ini berpotensi terus berlanjut di tahun mendatang.

ARTIKEL TERKAIT

WALHI: 74 Persen Hotspot di Kalimantan Ada di Konsesi Perusahaan, Bagaimana di Riau?
Glasial, Arsip Iklim Bumi yang Mulai Mencair
Kisah Jalak Bali dalam Perlindungan Si Pemburu
Gadget dan Lingkungan, Seberapa Ramah Ponsel yang Kita Pakai?

Read Also

WALHI: 74 Persen Hotspot di Kalimantan Ada di Konsesi Perusahaan, Bagaimana di Riau?

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengungkapkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali...

Glasial, Arsip Iklim Bumi yang Mulai Mencair

Coba sama-sama kita bayangkan, di suatu pagi, kita berdiri di tepi sebuah glasial...

Kisah Jalak Bali dalam Perlindungan Si Pemburu

Di antara rimbun pepohonan Desa Bongkasa Pertiwi, enam pasang Jalak Bali mengepakkan sayap...