Ekonomi Lingkungan Jadi Solusi Pertumbuhan Rendah Emisi, Ini Strategi Penerapannya di Indonesia

Ekonomi Lingkungan Jadi Solusi Pertumbuhan Rendah Emisi, Ini Strategi Penerapannya di Indonesia
UMKM: Pelaku UMKM jadi sasaran paling relevan untuk menerapkan sistem ekonomi hijau ||| Foto: Fadly Ibrahim.

Ekonomi lingkungan dorong pertumbuhan rendah emisi lewat pajak karbon, subsidi hijau, dan inovasi teknologi. Bagaimana strategi penerapannya di Indonesia?


Ekonomi Lingkungan Jadi Solusi Pertumbuhan Rendah Emisi, Ini Strategi Penerapannya di Indonesia
EKONOMI LINGKUNGAN UNTUK UMKM: Pelaku UMKM jadi sasaran paling relevan untuk menerapkan sistem ekonomi hijau ||| Foto: Fadly Ibrahim.

Ekonomi lingkungan kini makin relevan sebagai pendekatan pembangunan yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan alam.

Kajian-kajian terbaru menegaskan bahwa model ini bukan penghambat pertumbuhan, melainkan pendorong efisiensi sekaligus penekan emisi karbon secara sistematis.

Riset di bidang ini secara konsisten menunjukkan bahwa aktivitas pasar kerap menimbulkan biaya eksternal seperti polusi yang tidak tercermin dalam harga jual produk.

Solusinya adalah mengintegrasikan biaya lingkungan ke dalam mekanisme pasar agar pelaku usaha dan masyarakat terdorong berperilaku lebih efisien dan bertanggung jawab.

Para peneliti merekomendasikan sejumlah instrumen kebijakan untuk menerapkan pendekatan ini secara efektif. Pajak karbon, retribusi polusi, dan sistem perdagangan emisi dinilai sebagai alat paling langsung untuk memberi sinyal harga kepada para pencemar.

Di sisi lain, insentif hijau seperti subsidi energi terbarukan dan kredit pajak untuk teknologi bersih juga berperan penting mempercepat transisi industri.

Regulasi seperti batas emisi dan standar efisiensi energi melengkapi kerangka kebijakan agar perubahan perilaku terjadi menyeluruh, bukan sekadar sukarela.

Inovasi teknologi turut menjadi pilar utama dalam strategi ini karena kebijakan lingkungan yang dirancang tepat terbukti memacu riset dan pengembangan di sektor swasta.

Namun, para ahli juga mengingatkan pentingnya prinsip keadilan transisi agar beban kebijakan tidak jatuh terlalu berat pada rumah tangga berpenghasilan rendah.

Dalam konteks Indonesia, pajak karbon dianggap instrumen strategis untuk mendukung ekonomi hijau, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada desain kebijakan, kesiapan kelembagaan, dan redistribusi pendapatan pajak yang adil.

Penerapan yang realistis biasanya dimulai dari sektor dengan emisi tinggi, lalu diperluas secara bertahap agar dunia usaha dan masyarakat memiliki ruang untuk beradaptasi.

Studi tentang ekonomi hijau di Indonesia menyoroti empat area prioritas: energi terbarukan, pengelolaan limbah, transportasi berkelanjutan, dan pertanian ramah lingkungan.

Keempat sektor ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sekaligus menjadi motor pertumbuhan baru yang lebih bersih.

Untuk membangun kebijakan yang kokoh, para peneliti menyarankan agar kerangka regulasi mencakup definisi eksternalitas, identifikasi kegagalan pasar, hingga kombinasi instrumen pajak karbon, subsidi hijau, dan standar emisi.

Contoh nyata di Indonesia seperti transisi energi, program pengelolaan sampah 3R, dan pertanian berkelanjutan bisa menjadi referensi konkret dalam merancang kebijakan berbasis bukti.

Referensi

Pratama, M. A., Taufiqurokhman, T., & Yusuf, M. (2024). Sinergi kebijakan ekonomi dan lingkungan: Menuju pembangunan berkelanjutan. Pencerah Publik.

Goulder, L. H., & Schein, A. R. (2013). Instrument choice in environmental policy. Review of Environmental Economics and Policy.

United Nations. (1997). Economic instruments for environmental management and sustainable development. United Nations Digital Library.

Owner. (2025). Carbon Tax, green innovation, and sustainable development

Jurnal Lemhannas. (2024). Carbon tax transformation strategy in sustainable economic development


ARTIKEL TERKAIT

WALHI: 74 Persen Hotspot di Kalimantan Ada di Konsesi Perusahaan, Bagaimana di Riau?
Glasial, Arsip Iklim Bumi yang Mulai Mencair
“Mesin Uang” Itu Bernama Melon Golden Alisha
Potensi Ekonomi Mikroalga Spirulina yang Diproyeksi Tumbuh 10,5 Persen

Read Also

“Mesin Uang” Itu Bernama Melon Golden Alisha

Sore itu, 21 Juli 2026, matahari menyinari lahan seluas 1.200 meter persegi di...

Potensi Ekonomi Mikroalga Spirulina yang Diproyeksi Tumbuh 10,5 Persen

Spirulina, mikroalga dengan kandungan protein 65 persen, diproyeksikan mengalami pertumbuhan pasar global sebesar...

Kisah Jalak Bali dalam Perlindungan Si Pemburu

Di antara rimbun pepohonan Desa Bongkasa Pertiwi, enam pasang Jalak Bali mengepakkan sayap...