Tiga kelompok inovator dari PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam ajang Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026. Acara itu berlangsung di ballroom Graha Pertamina, Jakarta Pusat, pada 15 Juni 2026 lalu. Kilang di pesisir Riau itu berhasil membawa pulang satu penghargaan Platinum dan dua penghargaan Gold.
Prestasi ini menegaskan bahwa budaya inovasi dan perbaikan berkelanjutan telah mengakar di lingkungan kerja kilang. Berbagai terobosan yang dihadirkan oleh para pekerja lintas fungsi itu telah menjawab tantangan operasional, menciptakan nilai tambah serta mendorong transformasi bisnis perusahaan.
Penghargaan Platinum berhasil diraih oleh gugus PC-Prove Sigma berkat inovasi yang memadukan keandalan peralatan kritis dengan kecerdasan buatan. Inovasi ini berhasil meningkatkan keandalan peralatan kritis serta mendukung transformasi digital operasi kilang dengan pendekatan prediktif berbasis Artificial Intelligence.
Gugus tersebut beranggotakan delapan inovator, yaitu Harry Fitrian Nando, William Hartanto, Ismannur, Ranu Fauzan, Abdullah Adib, Maulana Harun Ar Rasyid, Rendra Pratama, dan Muhammad Azmi Burhan. Mereka mengembangkan sistem yang mampu memprediksi potensi gangguan sebelum terjadi, sehingga waktu henti operasi dapat ditekan seminimal mungkin.
Sementara itu, penghargaan Gold pertama diraih oleh gugus PC-Prove Nusantara. Inovasi mereka berhasil menjaga kesiapan operasi unit H2 Plant sekaligus memastikan keberlangsungan produksi produk bernilai tinggi selama pekerjaan perbaikan berlangsung.
Arditya Raharja, Akbar Putra Jhonem, Ardi Esdiyanto, Indra Harapan Situmorang, Efriyadi, Muhammad Alfi Verenando, Edward Cantona Taufan, dan Rizky Amanda adalah tujuh inovator di balik keberhasilan ini. Solusi yang mereka tawarkan memungkinkan kilang tetap beroperasi optimal tanpa mengorbankan target produksi.
Penghargaan Gold lainnya dipersembahkan oleh gugus RT-Prove Rocker 5.0. Tim ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan fleksibilitas operasi dan optimalisasi pengolahan bahan baku alternatif di unit hydrocracker.
Aries Arthanto, Sendy Pujiatmoko, Saeful Sampe, Hadhiansyah Ilhami, Muchammad Ravi, Hafizi Tolanda El Hadidhy, Dufianda Asyari, dan Novi Lestu menjadi motor penggerak inovasi tersebut. Mereka berhasil membuka peluang bagi kilang untuk mengolah variasi bahan baku yang lebih luas secara efisien.
Manager Human Capital PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai Kaswir menjelaskan, arah inovasi kini telah bergeser. Ia menyebut fokus pengembangan tidak lagi semata pada efisiensi biaya, tetapi juga keandalan operasi, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan.
“Terima kasih kepada seluruh Perwira Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning atas kontribusi dan kerja keras memberikan yang terbaik untuk perusahaan,” ucapnya.
Kaswir menambahkan bahwa pencapaian ini menunjukkan kualitas sumber daya manusia kilang yang unggul, adaptif, dan memiliki semangat pembelajaran tinggi.
Ketiga inovasi tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari ratusan gagasan yang dihasilkan para pekerja setiap tahunnya. Seluruh inovasi melewati proses pengujian dan penilaian berjenjang melalui program Continuous Improvement Program (CIP) yang dikelola secara konsisten.
APQ Awards yang memasuki tahun ke-16 ini mengusung tema besar tentang peningkatan talenta dan akselerasi inovasi. Ajang ini menjadi panggung bagi para inovator Pertamina untuk mempresentasikan terobosan yang memberikan dampak nyata bagi penciptaan nilai perusahaan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai Tengku Muhammad Rum menegaskan, capaian ini lahir dari kolaborasi seluruh elemen. Para perwira, pelatih, fasilitator, tim juri, hingga tim pendukung bekerja secara adaptif menghadapi dinamika industri migas.
“Ke depan, kami akan terus melahirkan terobosan inovasi lainnya yang semakin berdampak untuk peningkatan kinerja perusahaan,” tutup Muhammad Rum. Ia juga menekankan bahwa seluruh upaya ini bermuara pada kontribusi Pertamina dalam menjaga ketahanan energi dan pembangunan nasional.***






