Patra Niaga Kilang Dumai dan Pertamina Petrochemical Trading Perkuat Strategis Bisnis Petrokimia Nasional

“Output dari Kilang Dumai Green Coke, salah satunya digunakan untuk industri mobil listrik seperti Tesla."

Patra Niaga Kilang Dumai dan Pertamina Petrochemical Trading Perkuat Strategis Bisnis Petrokimia Nasional
Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai.

Di dalam kompleks Pertamina Patra Niaga Kilang Dumai, sebuah produk padat berwarna hitam bernama Green Coke mengalir dari unit Delayed Coker menuju rantai pasok industri paling mutakhir di dunia. Produk samping pengolahan minyak bumi ini ternyata menjadi komponen krusial dalam pembuatan anoda grafit buatan, jantung dari baterai mobil listrik yang digunakan oleh merek ternama, seperti Tesla.

Pada 1 Juli 2026, kunjungan Direktur Utama PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem), Aribawa, ke Kilang Dumai mempertegas posisi strategis kilang ini sebagai satu-satunya penghasil Green Coke di Indonesia. Sinergi antara kedua entitas Pertamina Group ini membuka jalan bagi produk bernilai tinggi itu, untuk menembus pasar global sekaligus mendukung transisi energi bersih.

Pjs. Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Isnandhi Dwi Saputra, menyambut rombongan di Main Office Kilang Dumai. Rangkaian Management Walkthrough (MWT) dimulai dengan pemaparan proses bisnis kilang sebelum berlanjut ke kunjungan lapangan langsung ke area operasional.

Green Coke atau Green Petroleum Coke merupakan residu padat karbon yang dihasilkan dari pemanasan lanjut hidrokarbon residu pada temperatur tinggi di unit Delayed Coker. Produk ini kini menjadi komoditas bernilai tinggi yang diserap oleh sektor industri logam dan aluminium di pasar nasional maupun internasional.

Salah satu keunggulan utama Green Coke adalah kandungan sulfur yang rendah, hanya sekitar 0,5 persen. Karakteristik ini menjadikannya bahan bakar industri alternatif yang lebih bersih karena menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih sedikit saat dibakar.

Dirut Petrachem, Aribawa, mengatakan jangkauan pasar Green Coke telah menyentuh industri paling maju. “Output dari Kilang Dumai Green Coke, salah satunya digunakan untuk industri mobil listrik seperti Tesla,” ujarnya.

Dia menyebut, pengembangan Green Coke juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan produk bernilai tambah yang selaras dengan prinsip keberlanjutan. Produk ini tidak hanya mendukung penguatan hilirisasi industri nasional, tetapi juga menempatkan Indonesia dalam peta rantai pasok baterai kendaraan listrik global.


Isnandhi menegaskan bahwa kunjungan Pertachem membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. “Kami berharap kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi dalam mengoptimalkan potensi bisnis petrokimia serta menciptakan nilai tambah dari produk-produk kilang,” katanya.

Kilang Dumai menjadi satu-satunya fasilitas milik Pertamina yang mampu memproduksi Green Coke di dalam negeri. Selain untuk industri aluminium dan logam, produk ini juga dimanfaatkan untuk pembuatan Anoda Grafit Artifisial yang menjadi komponen utama baterai mobil listrik.

Pasar mobil listrik yang berkembang masif hari ini membuat permintaan terhadap Green Coke terus meningkat. Aribawa menyatakan apresiasinya terhadap sinergi yang telah terjalin antara kedua entitas dalam mengembangkan pemasaran produk petrokimia.

“Semoga sinergi PPN dan Pertachem bisa terus meningkat ke depannya, dan kami siap mendukung pemasaran produk-produk terbaru Kilang Dumai,” kata Aribawa.

Selain Green Coke, Kilang Dumai juga memproduksi produk BBM seperti Avtur dan Pertadex. Diversifikasi produk ini menunjukkan kapasitas kilang dalam mengolah minyak mentah menjadi berbagai komoditas strategis bernilai tinggi.

Melalui sinergi yang semakin erat antar entitas Pertamina Group, Kilang Dumai optimistis dalam mengembangkan produk-produk bernilai tinggi. Langkah ini memperkuat industri nasional, meningkatkan daya saing perusahaan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

  • Penulis: Natasya
  • Editor: Natasya

ARTIKEL TERKAIT

Pertamina Drilling Gandeng ANP Timor Leste Kembangkan SDM Pengeboran
Operasi Matrix Acidizing Perdana Pertamina Drilling di Sumsel Sukses Tingkatkan Produksi
Pasokan Listrik Lapangan Libo Meningkat, Produksi Migas Zona Rokan Terjaga
PPN RU Dumai Pamerkan Inovasi Nozzle Gambut di Forum Nasional KLH

Read Also

Pertamina Drilling Gandeng ANP Timor Leste Kembangkan SDM Pengeboran

PT Pertamina Drilling Services Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Autoridade Nacional do...

Operasi Matrix Acidizing Perdana Pertamina Drilling di Sumsel Sukses Tingkatkan Produksi

PT Pertamina Drilling Services Indonesia sukses menjalankan operasi matrix acidizing perdana di Sumur...

Pasokan Listrik Lapangan Libo Meningkat, Produksi Migas Zona Rokan Terjaga

PT Pertamina Hulu Rokan memperkuat pasokan listrik di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau,...