Sentuhan Tangan Dingin Suparman Berhasil Bangun Kemandirian Ekonomi dari Limbah Sawit

Sentuhan Tangan Dingin Suparman Berhasil Bangun Kemandirian Ekonomi dari Limbah Sawit
Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera berhasil mengubah limbah sawit dan kotoran ternak menjadi pakan ikan berbiaya murah ||| Foto: Dok. PHR.

Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera ubah limbah sawit jadi pakan ikan mandiri. Biaya budidaya ikan turun 40%, untung capai Rp64,4 juta per siklus.


Glasial.id ||| Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) di Desa Bangko Jaya Sejahtera, Riau, berhasil mengubah limbah sawit dan kotoran ternak menjadi pakan ikan berbiaya murah dan pupuk organik mandiri.

Inovasi ini lahir dari keberanian warga yang menolak tunduk pada tingginya harga pakan pabrikan di tengah kepungan industri kelapa sawit.

“Kita hidup dikelilingi raksasa industri sawit, pantang rasanya jika kita hanya diam tanpa berproses,” kata Suparman Amir (48). Ia adalah penggerak Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera.

Sebelum inovasi ini berjalan, biaya operasional budidaya di Desa Bangko Jaya terus membengkak dan menggerus hampir seluruh hasil panen. Solid sawit, abu boiler, dan kotoran ternak yang melimpah dibiarkan terbuang karena warga belum punya pengetahuan dan alat untuk mengolahnya.

Sentuhan Tangan Dingin Suparman Berhasil Bangun Kemandirian Ekonomi dari Limbah Sawit
Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera berhasil mengubah limbah sawit dan kotoran ternak menjadi pakan ikan berbiaya murah ||| Foto: Dok. PHR.

Suparman lalu mengajak anggota Pokdakan menggali solusi dari potensi lokal yang selama ini terabaikan. Langkah mereka kemudian disambut PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui program Desa Energi Berdikari (DEB).

Lewat program ini, kelompok mendapat pelatihan pembuatan pakan mandiri, manajemen keuangan, hingga produksi probiotik. Fasilitas mesin pencacah pakan, alat penepung, dan Solar Dryer House turut hadir mempercepat produksi pakan yang lebih higienis dan efisien.

Hasilnya tak main-main—biaya pakan ikan turun 40%, dari Rp15.000–16.000 per kilogram menjadi hanya Rp8.000–9.000 per kilogram. Dari 10 kolam bioflok aktif, produksi lele kini mencapai sekitar 537 kilogram per siklus panen dengan total keuntungan Rp64,4 juta dan rata-rata pendapatan anggota naik Rp6,4 juta per siklus.

Di sektor pertanian, kelompok ini juga mengembangkan pupuk kompos organik dari bio slurry reaktor biogas yang diproses menggunakan energi surya. Hasilnya, biaya pupuk kimia terpangkas hingga 50% sekaligus kesuburan tanah meningkat signifikan.

“PHR percaya kekuatan pembangunan desa terletak pada inisiatif masyarakatnya,” ujar Manager CID PHR Regional 1, Iwan Ridwan Faizal.

Ia menambahkan, kolaborasi ini bertujuan memfasilitasi inovasi berbasis potensi lokal yang meningkatkan nilai ekonomi seiring prinsip kemandirian dan ketahanan lingkungan. Bagi PHR, keberhasilan Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera adalah bukti nyata bahwa inisiatif akar rumput bisa menjadi katalis perubahan yang berkelanjutan.

Ke depan, Pokdakan Bangko Jaya Sejahtera berencana mengkomersialisasikan produk pakan dan pupuk mandiri mereka setelah memenuhi standar regulasi. Dari desa kecil di Riau, mereka membuktikan bahwa limbah yang kerap dipandang sebelah mata bisa menjelma menjadi mesin kemandirian ekonomi dan pelestarian lingkungan sekaligus.


ARTIKEL TERKAIT

“Mesin Uang” Itu Bernama Melon Golden Alisha
Potensi Ekonomi Mikroalga Spirulina yang Diproyeksi Tumbuh 10,5 Persen
Pasokan Listrik Lapangan Libo Meningkat, Produksi Migas Zona Rokan Terjaga
Prospek Bisnis Gas Sumatera Kian Menjanjikan, PGN Genjot Integrasi Jaringan Transmisi

Read Also

“Mesin Uang” Itu Bernama Melon Golden Alisha

Sore itu, 21 Juli 2026, matahari menyinari lahan seluas 1.200 meter persegi di...

Potensi Ekonomi Mikroalga Spirulina yang Diproyeksi Tumbuh 10,5 Persen

Spirulina, mikroalga dengan kandungan protein 65 persen, diproyeksikan mengalami pertumbuhan pasar global sebesar...

Pasokan Listrik Lapangan Libo Meningkat, Produksi Migas Zona Rokan Terjaga

PT Pertamina Hulu Rokan memperkuat pasokan listrik di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau,...