Riau dan Jatim Bersalaman, Saling Perkuat Posisi Dagang

Riau dan Jawa Timur sepakati kerja sama dagang. Transaksi senilai Rp775 miliar resmi diteken pada Rabu, 8 Juli 2026.

Riau dan Jatim Bersalaman, Saling Perkuat Posisi Dagang
Foto: Misigo.

Di sebuah ruang pertemuan di Hotel Novotel, Jalan Riau, Pekanbaru, tinta hitam membubuhkan tanda tangan di atas 11 dokumen yang mengikat dua provinsi besar dalam satu poros ekonomi baru. Riau dan Jawa Timur.

Transaksi senilai Rp775 miliar resmi diteken pada Rabu, 8 Juli 2026. Komoditas perkebunan, pangan, peternakan, dan perikanan akan menjadi mesin penggerak perdagangan kedua daerah itu.

Kesepakatan ini membangun fondasi simbiosis mutualisme di mana Riau berperan sebagai pemasok bahan baku strategis dan Jatim menjadi pusat industri pengolahan serta pemasok produk jadi.

Ada 11 perjanjian kerja sama yang ditandatangani mencakup spektrum luas dari perdagangan, investasi, hingga pemberdayaan UMKM dan pengusaha perempuan.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mempertegas bahwa kerja sama ini dibangun di atas prinsip kesetaraan yang menolak posisi subordinat. Ia memastikan Riau tidak sekadar menjadi pasar bagi produk luar, melainkan mitra dagang yang setara dan diuntungkan.

“Melalui kerja sama ini ada yang dijual dan ada yang dibeli. Kami ingin ini menjadi peluang bagi UMKM agar bisa naik kelas,” katanya.

Bagi Pemprov Riau, Jawa Timur merupakan salah satu pusat industri pengolahan dan pangan terbesar di Indonesia. Riau sendiri memiliki keunggulan komparatif di sektor bahan baku seperti hasil perkebunan sawit, kelapa, sagu, serta pulp dan kertas.

Posisi geografis Riau yang strategis di tepi Selat Malaka menambah nilai tawar dalam rantai pasok nasional. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengakui ketergantungan industri di wilayahnya terhadap pasokan minyak sawit mentah dari Riau.

“Kami butuh palm oil dengan jumlah yang cukup tinggi,” ujar Khofifah di Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).

Sepanjang tahun 2025, Jawa Timur tercatat membeli CPO dari Riau dengan nilai transaksi mencapai Rp9 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa Riau adalah pemasok vital yang menopang aktivitas manufaktur di provinsi tetangganya itu.

Khofifah memandang kerja sama ini sebagai peluang untuk menciptakan perputaran ekonomi yang sehat antar daerah. Sebagai sentra pangan dan pusat industri, Jatim siap memenuhi kebutuhan Riau akan beras, pupuk, bawang merah, hingga olahan daging dan susu.

Sebaliknya, Riau akan memperkuat perannya sebagai pemasok utama udang vaname, arang, kelapa sawit, dan berbagai produk turunan sawit. Mekanisme timbal balik ini menjadikan kerja sama sebagai mesin pertumbuhan yang saling melengkapi.

“Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi simbiosis mutualisme bagi kedua daerah ini,” tambah Khofifah.

Bagi Pemprov Riau, dampak dari kesepakatan ini melampaui sekadar perdagangan antardaerah. Integrasi Riau dan Jatim dinilai mampu memperkuat rantai pasok nasional secara keseluruhan.

Sedangkan 11 perjanjian yang ditandatangani mencakup sektor perdagangan, peternakan, pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, UMKM, investasi, hingga organisasi pengusaha perempuan.

Cakupan yang luas ini membuka pintu bagi pelaku usaha dari berbagai skala untuk ikut terlibat.

Dengan adanya kesepakatan ini, komoditas unggulan kedua provinsi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Riau kini memiliki jalur distribusi yang lebih pasti untuk bahan bakunya, sementara Jatim mendapat kepastian pasokan untuk industrinya.

“Sinergi ini menjadi model baru perdagangan antardaerah yang menempatkan provinsi sebagai mitra sejajar dalam peta ekonomi nasional,” kata Syahrial Abdi.

  • Penulis: Saipul Abdurrahman
  • Kategori: Ekonomi

ARTIKEL TERKAIT

“Mesin Uang” Itu Bernama Melon Golden Alisha
Potensi Ekonomi Mikroalga Spirulina yang Diproyeksi Tumbuh 10,5 Persen
Pasokan Listrik Lapangan Libo Meningkat, Produksi Migas Zona Rokan Terjaga
Prospek Bisnis Gas Sumatera Kian Menjanjikan, PGN Genjot Integrasi Jaringan Transmisi

Read Also

“Mesin Uang” Itu Bernama Melon Golden Alisha

Sore itu, 21 Juli 2026, matahari menyinari lahan seluas 1.200 meter persegi di...

Potensi Ekonomi Mikroalga Spirulina yang Diproyeksi Tumbuh 10,5 Persen

Spirulina, mikroalga dengan kandungan protein 65 persen, diproyeksikan mengalami pertumbuhan pasar global sebesar...

Pasokan Listrik Lapangan Libo Meningkat, Produksi Migas Zona Rokan Terjaga

PT Pertamina Hulu Rokan memperkuat pasokan listrik di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau,...