PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk menunjukkan prospek bisnis gas Sumatera yang semakin solid dengan penyaluran 147 BBTUD kepada lebih dari 136 ribu pelanggan hingga April 2026.
Infrastruktur pipa sepanjang 1.834 kilometer dan proyek strategis Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau menjadi fondasi utama ekspansi konektivitas gas di wilayah tersebut.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Heri Murahmanta, menjelaskan bahwa Sumatera dan Kepulauan Riau memiliki karakteristik pasar yang saling melengkapi. Pelanggan industri berkapasitas besar terkonsentrasi di Batam, sementara pasar dengan penetrasi tinggi berada di Palembang dan Medan.
“Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” ujar Heri.
PGN mengajak investor ritel terbesar perseroan meninjau langsung fasilitas operasi gas bumi di Sumatera Utara. Langkah ini memperkuat transparansi sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis gas bumi di Sumatera.
Operasi PGN di Sumatera Utara didukung jaringan yang dikelola anak usaha PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area. Jaringan ini terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan domestik, termasuk regasifikasi LNG Arun dan pasokan dari sejumlah blok hulu.
“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien,” jelas Heri.
Pengembangan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau akan menjadi langkah strategis memperkuat konektivitas jaringan gas di Pulau Sumatera. Jaringan transmisi ini menghubungkan wilayah Sumatera bagian utara, tengah, hingga selatan.
Keberadaan fasilitas offtake station seperti Pasar IX turut meningkatkan fleksibilitas distribusi gas bumi. Fasilitas ini mendukung efisiensi pengembangan jaringan gas di masa mendatang.
Penguatan jaringan transmisi dan distribusi merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGN. Strategi ini didukung integrasi infrastruktur pipa dan nonpipa, termasuk CNG dan LNG.
Pasokan gas bumi dari jaringan PGN didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dan kawasan industri. Sektor pupuk juga menjadi salah satu konsumen utama gas bumi di wilayah Sumatera.
Proyek Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau dilaksanakan oleh Kementerian ESDM dengan dukungan penuh PGN. Proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas pasokan sekaligus membuka peluang pemanfaatan gas bumi di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.
“Sumatera dan Kepulauan Riau memiliki potensi pertumbuhan industri yang sangat menjanjikan. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi, pasokan yang andal, serta portofolio infrastruktur yang terus berkembang, PGN optimistis dapat memperluas pemanfaatan gas bumi dan memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” tutup Heri.






