Ada Bakteri Probiotik di Madu Lebah Tanpa Sengat yang Bisa Lawan Kanker

Peneliti BRIN temukan bakteri probiotik dari madu lebah tanpa sengat Indonesia, berkhasiat antibakteri, antikanker, antioksidan, dan kendalikan gula darah.

Ada Bakteri Probiotik di Madu Lebah Tanpa Sengat yang Bisa Lawan Kanker
Foto: Ilustrasi

Bakteri asam laktat probiotik dari madu dan bee pollen lebah tanpa sengat asal Indonesia yang memiliki beragam aktivitas biologis penting, berhasil diidentifikasi.

Temuan ini membuka peluang besar pengembangan pangan fungsional dan nutribiotik berbasis keanekaragaman hayati Indonesia.

Peneliti Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Ema Damayanti, mengatakan madu lebah tanpa sengat Indonesia menyimpan bakteri asam laktat dengan kemampuan luar biasa yang selama ini masih jarang diteliti. 

“Kami menemukan bahwa madu lebah tanpa sengat Indonesia menyimpan bakteri asam laktat yang tidak hanya mampu bertahan pada kondisi saluran pencernaan, tetapi juga memiliki aktivitas antibakteri, antibiofilm, antikanker, dan antioksidan yang sangat baik. Ini menunjukkan potensinya sebagai kandidat probiotik untuk pangan fungsional,” ujar Ema.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Antonie van Leeuwenhoek dan International Microbiology. Penelitian juga telah memperoleh pendaftaran paten dengan nomor S00202605018.

Tim peneliti berhasil mengisolasi bakteri asam laktat dari madu dan bee pollen berbagai spesies lebah tanpa sengat, antara lain Heterotrigona itama, Tetragonula laeviceps, Tetragonula clypearis, Tetragonula sarawakensis, Lepidotrigona terminata, Tetragonula drescheri, dan Tetragonula biroi.

Dari seluruh isolat yang diperoleh, tujuh isolat terbaik dipilih berdasarkan kemampuannya menghambat pertumbuhan bakteri patogen.

Ketujuh isolat unggulan itu kemudian dianalisis menggunakan teknologi whole genome sequencing (WGS), metabolomik berbasis UHPLC-HRMS, serta berbagai pengujian karakter probiotik. Hasil analisis mengidentifikasi isolat tersebut sebagai Lacticaseibacillus rhamnosus dan Pediococcus acidilactici.

Bakteri dari lebah tanpa sengat ini terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa, sekaligus mencegah pembentukan biofilm yang kerap memicu resistensi terhadap pengobatan.

Bakteri probiotik tersebut juga menunjukkan aktivitas antikanker terhadap lini sel kanker kolon WiDr serta antioksidan tinggi berdasarkan pengujian DPPH, ABTS, dan FRAP.

“Kami juga menemukan aktivitas penghambatan alfa-amilase yang cukup signifikan. Potensi ini menarik karena berkaitan dengan pengendalian kadar gula darah, sehingga berpeluang dikembangkan menjadi produk pangan sehat,” tambah Ema.

Analisis genom lebih lanjut mengungkap keberadaan biosynthetic gene clusters (BGCs) yang berperan dalam produksi berbagai senyawa bioaktif, termasuk bakteriosin dan senyawa antimikroba alami. Analisis metabolomik turut mengidentifikasi beragam metabolit bioaktif yang mendukung manfaat kesehatan dari bakteri lebah tanpa sengat tersebut.

“Indonesia memiliki keanekaragaman hayati lebah tanpa sengat yang sangat besar. Potensi ini tidak hanya penting bagi ketahanan pangan dan biodiversitas, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan industri pangan fungsional dan kesehatan berbasis riset,” jelasnya.

Penelitian ini masih akan dilanjutkan ke tahap formulasi produk dan uji aplikasi pada pangan fermentasi maupun suplemen probiotik. Riset lanjutan juga diperlukan untuk memastikan keamanan, stabilitas, dan efektivitas bakteri probiotik lebah tanpa sengat tersebut pada skala industri.


ARTIKEL TERKAIT

Indonesia Gandeng Perusahaan China Kelola Air Limbah Industri
Bulan Jadi Prioritas Eksplorasi Antariksa Sebelum Mars

Read Also

Bagaimana Busa Sabun Bisa Menjadi Senjata Baru Melawan Kebakaran Hutan?

Di Jepang, lonjakan kasus kebakaran yang semakin parah, mendorong para ilmuwan dan pelaku...

Indonesia Gandeng Perusahaan China Kelola Air Limbah Industri

Kemenperin gandeng perusahaan China olah air limbah di 5 kawasan industri. Teknologi DIAB...

Bulan Jadi Prioritas Eksplorasi Antariksa Sebelum Mars

Eksplorasi Bulan dianggap lebih realistis dibanding asteroid sebagai tahap awal infrastruktur sebelum misi...